Islam2U - Islam itu satu cara hidup

Print
PDF

Persoalan Jatuh Talak

Persoalan Jatuh Talak


1. Bagaimanakah yang dimaksudkan sebagai jatuh talaq?
2. Apakah talaq boleh berlaku dalam keadaan separa sedar? Contohnya ketika dalam keadaan terlalu mengantuk, pening, fikiran merawang dan sebagainya?
3. Adakah melawak untuk hantar pulang (bukan ke rumah ibunya) juga boleh dijadikan sebagai jatuh talaq?

Print
PDF

Hadits Palsu - Dialog Rasulullah dengan Iblis

Hadits Palsu - Dialog Rasulullah dengan Iblis

Beredar sangat banyak dan sudah lama, hadits tentang dialog antara Rasul mulia dan Iblis terlaknat. Sebagian masyarakat menganggap bahwa isinya baik dan bermanfaat sehingga layak disebarkan padahal hadits ini adalah hadits palsu dan dusta atas nama Nabi dan berisi hal yang bahaya dan mencederai Rasulullah dan shahabat.

Jangan disebarkan kecuali untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa hadits ini palsu dan dusta!

Berikut ini saya sertakan kajian tiga ulama dunia tentang hadits ini:

Print
PDF

HUKUM MENJAWAB SALAM KETIKA SOLAT

HUKUM MENJAWAB SALAM KETIKA SOLAT


Soalan:

Assalamu'alaikumu Ustazah, saya nak tanya, apakah hukum memberi salam kepada orang yang sedang solat? Dan jika orang bagi salam ketika kita sedang solat, wajibkah kita menjawabnya?

Syukran Ustazah/Ustaz

Jawapan:

Wa'alaikumus-salam wr.wb.

Kebanyakan  ulama’ berpendapat,  harus memberi salam kepada orang yang sedang solat jika diyakini tidak mendatangkan kekeliruan kepadanya atau menyebabkan solatnya batal. Umpamanya memberi salam kepada orang yang tidak tahu hukum. Dia menyangka, bila orang beri salam, dia wajib jawab. Maka diapun jawab dengan perkataan. Batallah solatnya. Dalam keadaan ini, tidak harus memberi salam kepadanya.

Print
PDF

Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya

Oleh: Rikza Maulan, M.Ag

Artikel ehsan dakwatuna.com :


Dari Abi ‘Abdillah Tsauban Bin Bujdad bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang ia infakkan untuk rekan-rekannya (yang tengah berjuang) di jalan Allah.” (Muslim)


Dalam kitab Nuzhatul-Muttaqin (syarah Riyadush-Shalihin karya Imam An-Nawawi) disebutkan, hadits itu menjelaskan peringkat keutamaan pengeluaran harta (infak) bahwa memberi nafkah kepada keluarga merupakan infak yang paling mulia. Dalam hadits lain disebutkan:

“Ya Allah, maafkanlah kesalahan kami, ampunkanlah dosa-dosa kami. Dosa-dosa kedua ibu bapa kami, saudara-saudara kami serta sahabat-sahabat kami. Dan Engkau kurniakanlah rahmatMu kepada seluruh hamba-hambaMu. Ya Allah, dengan rendah diri dan rasa hina yang sangat tinggi. Lindungilah kami dari kesesatan kejahilan yang nyata mahupun yang terselindung. Sesungguhnya tiadalah sebaik-baik perlindung selain Engkau. Jauhkanlah kami dari syirik dan kekaguman kepada diri sendiri. Hindarkanlah kami dari kata-kata yang dusta. Sesungguhnya Engkaulah yang maha berkuasa di atas setiap sesuatu.”